Tuesday, January 5, 2010

Keanehan Upload Foto di Facebook

Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang terpopuler dan tercanggih. Sayangnya kecanggihan Facebook agak ternodai dengan kemampuan mengupload gambar. Apapun gambar yang anda upload, Facebook akan me-resize ukuran gambar tersebut dengan ukuran maksimal 605 pixel. Saya tidak tahu bagaimana kok bisa 605 pixel.

 

Kalau mau membuktikan ucapan saya muda saja. Upload file berformat PNG dengan hanya diisi 1 warna ke Facebook. File PNG dengan resolusi 100 megapixel ( 10 ribu pixel x 10 ribu pixel) 1 warna hanyalah berukuran 100an KB. Ukuran file tersebut jauh lebih kecil dibangkan file jpg 605 pixel x 605 pixel dengan kompresi high. Tentu saja kalau anda mengupload file png 1 warna 1 megapixel ukurannya hanya beberapa KB.

 

Setelah berhasil diupload ke FB, silahkan buka foto tersebut. Pada Internet Explorer klik kanan pada foto tersebut dan pilih properties. Firefox juga kurang lebih sama. Maka akan terbaca dimensi dari gambar sebesar 605 x 605 pixel. Jika panjang dan lebar gambar tidak sama, maka ukuran terbesar akan dikecilkan menjadi 605 pixel dan ukuran yg terkecil akan menyesuaikan sesuai skala.

 

Ironisnya, FB mendukung upload video MP4 H.264 AVC dengan ukuran video HD 720p atau 1200-an x 720-an. Ukuran video ini merupakan ukuran terbesar ke 2 selain HD 1080p. Sedangkan kalau ukurang gambar juga terbesar kedua maka 18 megapixel seharusnya bisa.

 

Yang paling parah, semua gambar yang kita upload akan dikalikan empat. Contoh kita upload file 15 MB. Jika kita ukur selesai upload pasti hasil internet upload kita sebesar 60 MB. Lihat gambar 1.

 

UploadFB

Gambar 1. Upload Gambar pada Facebook = 4x ukuran aslinya.

Pada gambar 1, Windows Properties sebelah kiri atas adalah file yang akan diupload. Sedangkan bagian tengah itu adalah hasil upload internet. Pengalaman nyata sehari upload 15 MB gambar sampai malam terkumpul 225 MB upload. Tapi masih gagal. Dari 120 gambar hanya berhasil 100 gambar. Itupun pakai jurus pamungkas upload per 10 gambar.

 

Sejujurnya saya lebih suka Friendster ketimbang Facebook. Frienster lebih sederhana dan cepat tapi memiliki fitur yang cukup. Satu-satunya alasan kenapa saya belum kembali ke FS adalah karena jarangnya berita update dari teman-teman. Hari ini online ada berita A. Dengan asumsi berita berikutnya adalah urut abjad berita berikutnya adalah B, C, D, dan seterusnya. Pada FS besok saya buka beritanya hanya ada B atau C paling banter D. Pada FB hanya selang sehari sudah bisa berita Z. Itu saja sih. Seandainya di FS sudah bisa berita Z dalam satu hari maka saya tidak perduli yang namanya FB. P.S. Bagi yang belum tahu, Friendster merombak berar-besaran situs mereka menjadi lebih baik.

 

Akhir kata semoga Facebook dapat memperbaiki bug ini. Semoga juga Friendster dapat segera kembali laris manis seperti dulu.

Sunday, January 3, 2010

Tahukah Anda: Sekarang ini Tidak Hanya Nokia Series 60 Keatas yang Bisa Update Firmware

Pada beberapa tahun lalu, kita dipaksa membeli Nokia Series 60 jika kita ingin HP kita bisa update firmware. HP Nokia Series 60 adalah versi hi end smartphone yang kalau baru minimal 2 juta rupiah. Dibawahnya ada Nokia Series 40 (HP Nokia baru 2009 yang harganya 400 ribu keatas dengan layar berwarna) dan Nokia Series 30 (HP Nokia monochrome dengan harga < 400 ribu).

 

HP Nokia series 40 merupakan HP Nokia yang juga cukup laris karena harga dan performa yang cukup. Mulai dari Nokia 2323 Classic yang harganya < Rp 475.000,00 sampai yang hi end Nokia X3 Express Music yang harganya bisa 1,8 juta. Kabar baiknya adalah sebagaian besar Nokia Series 40 yang baru sudah bisa diupdate. Anda dapat mendownload software Nokia Software Updater. Anda bisa memeriksanya disini dahulu sebelum mendownload program diatas.

 

Saya telah mencoba mengupdate Nokia 5130 Express Music yang harganya 1 juta lebih sedikit dan sukses. Saya mengupdate melalui label USB yang disediakan beserta PC Suite terbaru dan Software Update terbaru. Pastikan HP anda sudah bisa dikenali PC Suite terlebih dahulu. Berikut ini adalah buktinya:

 

Nokia_5130_Update

Gambar 1. Memperbarui Firmware Nokia Series 40

Pastikan sebelumnya anda melakukan full system backup untuk berjaga-jaga. Kalau anda memiliki laptop alangka baiknya update dilakukan di laptop. Hal ini untuk menghindari listrik padam di tengah-tengah proses update YANG MEMBUAT HP MENJADI RUSAK! Disisi lain saya juga memiliki HP baru Nokia 2323 yang masih belum diketahui apakah bisa diupdate / tidak. Belum sempat ngecek.

 

Back to basic, kenapa sih harus update firmware. Logikanya sederhana. Manusia makhluk sempurna. Tapi barang buatan manusia tidak sempurna. Handphone adalah barang buatan manusia (ya walaupun dibuat di pabrik tapi yang mendesain dari awalnya tentu saja manusia). Hardware kalau pas apes dapet handphone cacat ya wis. Paling-paling best case jual dengan harga sedikit rugi untuk menghindari rugi lebih besar. Tapi kalau software cacat? Anda masih bisa memperbaruhi / menguranginya dengan update firmware. Minimal firmware baru akan menambal masalah-masalah yang telah diketahui. Maksimal akan ada penambahan fitur baru dan meningkatkan performa.

 

Beberapa orang ada yang menggunakan algoritma terbalik. Selama hanphone tidak ada masalah tidak perlu mencari masalah baru dengan update firmware. Ya semua itu kembali kepada anda semua apakah yang anda pilih. Kalau saya lebih baik selalu yang terbaru untuk jaga-jaga, karena semua masalah yang mungkin timbul sudah ditambal.

 

Jadi kesimpulannya bagi anda pemilik Nokia series 40 jangan sungkan-sungkan untuk memperbarui firmware anda jika memungkinkan.

Saturday, December 26, 2009

Perbedaan Membajak / Meniru / Memalsu Orang Indonesia dengan Orang Luar Negeri

Beberapa hari terakhir ini saya melihat di TV mengenai “kehebatan” orang Indonesia dalam memalsu barang. Ada madu, oli, uang, dan masih banyak barang lainnya. Secara teknik orang Indonesia hebat karena hasil barang yang dipalsu tidak mudah ketahuan secara langsung. Perlu pengujian lanjut untuk mengetahui apakah sebuah benda ini palsu atau asli.

 

Masalahnya orang Indonesia cenderung memperjelek barang yang ditirunya. Misalkan pada kasus madu palsu. Madu palsu buatan orang Indonesia pasti lebih jelek dari madu asli. Kalau “beruntung”, barang palsu itu tidak memliki manfaat barang asli tapi tidak mengakibatkan bencana juga / tidak berbahaya. Kalau tidak “beruntung” ya tentu saja barang palsu itu berbahaya.

 

Bagiamana dengan di luar negeri? Orang luar negeri kalau memalsu barang itu seperti ini. Misalkan contoh laptop. Mereka mempreteli laptop terkenal. Mereka ingin meniru kelebihan dari laptop merek terkenal itu. Tapi kemudian mereka menemukan bahwa ada sebuah masalah di laptop terkenal ini. Maka mereka senang. Ini adalah senjata promosi. Tentu saja mereka yang ingin meniru laptop harus bisa memperbaiki masalah laptop terkenal itu. Hasilnya ketika sebuah brand luar negeri baru muncul, mereka bisa dengan cepat seterkenal dengan brand lama.

 

Kalau orang luar negeri ingin membuat madu palsu, mereka pasti mikir lama. Mereka malu ketahuan malsu versi orang Indonesia. Karena itu mereka membuat minuman yang mengandung madu, mungkin ditambah vitamin, dll. Semua itu dilakukan dengan research / penelitian. Padahal ide awal sama-sama ingin membuat minuman madu palsu. Orang Indonesia membuat minimuman yang benar-benar seperti madu asli tapi palsu. Orang luar negeri membuat minuman yang mengandung madu yang telah di R & D secara teliti.

 

Hasilnya adalah tentu saja banyak handphone-handphone palsu tiruan buatan Indonesia tidak bagus. Mengapa? Karena mereka tidak ada R & D. Kok tahu? Karena kalau kita ada R & D, kita pasti membuat produk yang tidak terus-terusan meniru / sama dengan merek lain, TAPI MEMBUAT YANG LEBIH BAIK! Beberapa perusahaan laptop besarpun banyak yang males melakukan R & D dalam membuat laptop. Mereka cuma membuat spek, lalu dikirimkan ke pabrik khusus untuk membuat white laptop. Setelah laptop pesanan mereka jadi, mereka R & D sedikit pada hardware.

 

Nah ini lah beda lagi. Perusahaan laptop Indonesia pasti langsung memasarkan hardware tadi. Cuma diberi driver asal-asalan dan tidak pernah diupdate. Perusahaan laptop international, akan menghabiskan R & D beberapa bulan dulu untuk masalah software. Lebih-lebih terhadap segmentasi laptop kelas bisnis. saya sudah pernah mengecek website laptop merek-merek lokal dan hasilnya 99% mengecewakan. Driver tidak ada. Kalaupun ada driver outdated / kadarluarsa.

 

Padahal driver itu baru level yang paling simple / sederhana. Bagaimana perusahaan itu bisa membuat laptop mereka cocok untuk dipakai bisnis di perusahaan sekala besar? Tidak mungkin bisa! Admin IT perusahaan besar memerlukan laptop yang memiliki fitur management IT. Semacam v-PRO dari Intel. Sedangkan perusahaan laptop Indonesia pasti ogah-ogahan membuat R & D agar laptop mereka mengoptimalkan v-PRO (mendukung itu level rendah, mengoptimalkan baru OK).

 

Contoh lain di film apa ya lupa. Ada teknologi untuk mengahapus memori tertentu dari pikiran manusia. Si toko utama ini kerjanya ya mengamati barang milik kompetitor LALU MEMBUAT BARANG YANG LEBIH BAIK! Setelah tugasnya selesai maka dia akan dihapus pikiran bagian membuat barang dan mendapatkan uang. Microsoft berusaha meniru Adobe Flash dengan Silversight. Mereka juga meniru Adobe PDF dengan XPS. Lebih lama jaman dulu lagi, Microsoft berusaha membuat Windows NT untuk mengantikan IBM OS2 Warp. Lalu Internet Explorer untuk Netscape. Apakah berhasil? Ya sudah pasti. Bahkan barang-barang tiruan itu banyak yang sekarang lebih bagus dari barang yang ditiru.

 

Cara tercepat dan termudah untuk meniru yang baik adalah beli perusahaan yang ingin kamu tiru. Hal ini dilakukan Google. Mereka kebanyakan kalau membutuhkan sesuatu tinggal lihat apa yang terkenal kemudian dibeli. Contoh waktu Google membutuhkan layanan blog, mereka membeli Blogspot. Waktu membutuhkan layanan video, mereka membeli Youtube. Yang lebih lama lagi, dulu mereka ingin meniru kesuksesan Yahoo! Waktu telah membuktikan bahwa barang tiruan ini (Google) akhirnya lebih hebat dari barang yang ditiru (Yahoo!). Karena itu jangalah mau meniru yang lebih buruk. Dalam persaingan bisnis juga begitu. Kompetitor membuat strategi yang bagus. Kita analisa strategi mereka. Buat yang penyempurnaan dari strategi itu.

 

Kesimpulannya, KALAU MAU MEMALSU BARANG BUATLAH YANG SAMA BAIKNYA. LALU BERIKUTNYA BUATLAH YANG LEBIH BAIK!

Monitor Mati – VGA Rusak?

_MG_1806

Tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk VGA Card sekalipun.

Pernahkah anda mengalami monitor anda mati? Tidak mau menyala? Atau malah mendengar bunyi beep yang menandakan VGA anda telah resmi meninggal?

Cegahlah semua itu sebelum terlambat.

Kipas VGA yang mati akan membuat chipset (GPU) kepanasan, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan fatal. Apabila demikian, maka VGA anda mau tidak mau akan meninggal dengan cepat.

Bagaimana supaya VGA dijaga dari kematian? Memperpanjang umur VGA? Well, ceklah kipasnya. Apabila kipasnya sudah mulai lemah, maka segera ganti kipasnya, daripada anda harus merogoh kantong untuk mengganti VGA anda :D

Wednesday, December 23, 2009

Sunday, December 20, 2009

Hancurnya Dunia Handphone Indonesia: Makin Banyak Bermunculan HP “Iphone”

Saya sangat prihatin sekali dengan kemunculan banyak sekali HP Iphone akhir-akhir ini. HP IPhone ada sebuah istilah sindiran yang diambil dari kisah nyata. Dahulu kala Iphone sebelum Iphone 3G, memiliki banyak sekali fitur canggih dan keren. Masalahnya fitur utama yang paling penting dalam sebuah HP malah tidak ada. Fitur penting itu adalah jaringan. Iphone secara HP dapat dikatakan fiturnya terdepan. Tetapi fitur inti jaringan sangat terbelakang sekali. Iphone yang mendukung jaringan 3G baru keluar setelah HSDPA keluar beberapa tahun. Iphone yang mendukung HSDPA malah lebih lama lagi keluarnya. Entah kenapa untuk urusan jaringan Iphone selalu ketinggalan.

 

Karena itu istilah HP “Iphone” juga mengacuh pada hal yang sama. Istilah ini mengacuh pada HP yang memiliki fitur aneh2 tapi jaringannya masih belum yang terbaru. Saya tidak yakin penerus Iphone 3Gs akan mendukung jaringan HSDPA+. Coba saja lihat merek HP-HP lokal di koran. Ada yang bisa nonton TV. Ada yang QWERTY. Mungkin ada yang layar sentuh. Serta banyak fitur keren lainnya. Masalahnya semua HP itu cuma 2G. Jangankan HSDPA, 3G aja belum. Benar-benar kembali ke jaman batu.

 

Best case sih mungkin marketing mereka sudah survay HP-HP aja saja yang laku dan cocok untuk pangsa pasar di Indonesia. Tapi ya yang realistik. Masa cuma GPRS atau paling banter EDGE. Minimal paling baru kedua gitu. Karena jaringan paling baru HSDPA+, maka HP-HP tersebut harus mendukung HSDPA untuk GSM dan EVDO rev A untuk CDMA.

 

Selama ini saya salut dengan Smart. Operator yang satu ini tidak terpengaruh untuk mengeluarkan HP Iphone. Semua handphone mereka mendukung EV-DO. Kecuali tentu saja yang Rp 400.000 yang model lama itu. Tapi maksud saya handphone baru keluaran mereka sudah EVDO semua. SAMPAI HARI INI! Tadi saya melihat iklan HP Smart QWERTY 1 jutaan. HP QWERTY Smart yang 1 jutaan ini tidak mendukung EV-DO. Smart pun akhirnya mengeluarkan HP IPhone.

 

Yang juga tak kalah parahnya adalah Samsung dan LG mengeluarkan QWERTY 1 jutaan. Dapat ditebak hp itu tidak mendukung 3G. Nokia sendiri walau tidak seektrim itu tapi masih juga tidak mengeluarkan HP HSDPA 1 jutaan. Satu-satunya HP HSDPA Nokia yang mau hilang yang mungkin murah hanyalah Nokia 6120. LG yang pamer-pamer promo 3G for all akhirnya juga hancur sendiri. QWERTY 2G LG.

 

Kenapa sih 2G itu tidak boleh ada lagi? Satu karena sudah ketinggalan jaman. Berhubungan dengan itu, sekarang banyak sekali HP canggih yang bisa nonton Youtube di HP. Dengan layar resolusi yang lumayan padat, nonton youtube juga membutuhkan video dengan bandwidth tinggi. Kecuali kalau pikirannya HP 400 ribu jaman kuno. Anyway semoga vendor2 besar dapat membaca surat ini dan membuat hp yang bagus dan murah :).