Japanese Cosplay Competition at The Loop Surabaya, 2010
Just some old Album to brighten the day
Apa sih yang terjadi hari ini? Semua orang memakai batik kecuali saya? Nih ada sumber sedikit
Boston, Massachusetts, (tvOne)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk berpesta batik pada 2 Oktober 2009. Ihwal ini berkaitan dengan akan diumumkannya batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Budaya (UNESCO) pada tanggal sama.
Ajakan itu dilemparkan Yudhoyono saat berdialog dengan ratusan mahasiswa dan anggota masyarakat Indonesia di Boston, Sabtu (26/9) malam. "Saya ajak rakyat Indonesia di manapun berada menggunakan batik pada tanggal 2 Oktober," kata Presiden, yang disambut tepukan riuh hadirin yang mengikuti acara dialog tersebut di Hotel Four Seasons Boston.
Pada acara temu muka itu, Presiden, Ibu Negara Ani Yudhoyono, para menteri, dan anggota rombongan Presiden hadir dengan mengenakan batik. Demikian pula dengan sebagian besar masyarakat dan mahasiswa Indonesia yang hadir, mereka datang dengan mengenakan baju bermotif batik.
Menurut SBY, pesta batik perlu dilakukan agar dunia makin tahu bahwa seni kain batik memang berasal Indonesia. Batik mulai dikembangkan pada jaman Majapahit di abad ke-14. UNESCO sebelumnya telah mengakui keris dan wayang sebagai warisan budaya dari Indonesia.
Berkaitan dengan itu, Yudhoyono juga menjanjikan bahwa pemerintah akan mendaftarkan angklung untuk mendapat pengakuan yang sama dari UNESCO. Namun ia meminta masyarakat, terutama kalangan muda, untuk terus mengembangkan, mempelajari, dan memainkan musik angklung.
"Tapi harus diteruskan... karena itu adalah warisan yang harus terus dimainkan... jangan nanti justru dicabut (setelah dinyatakan UNESCO sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia, red)," katanya mengingatkan.
Akan diakuinya batik sebagai peninggalan budaya dunia dari Indonesia oleh UNESCO, telah menyebar ke berbagai kalangan masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. Melalui berbagai forum, termasuk jejaring `Facebook`, mereka saling mengajak dan mengingatkan untuk memakai pakaian batik, khususnya pada 2 Oktober. (ant)
Saya kirain itu hoaxnya facebook. Ternyata memang resmi ya?
Maaf, meskipun saya tidak bisa membuktikan dengan cara merekam pembicaraan yang terjadi di radio Suara Surabaya, namun cukup merahlah telingaku mendengar kritikan yang berbau etnik.
Seorang ibu menelepon Suara Surabaya, sekitar 17:10, tanggal 17 Agustus 2009. Begini inti pembicaraan tersebut, tanpa ada maksud mengurangi atau menambahi:
Ibu tersebut berkeluh kesah dan dengan nada yang kecewa sangat mendalam, karena ibu itu melewati Graha Family, namun bendera yang terlihat hanya 1 meteran. Ada pula rumah yang besar, namun benderanya kusut. Masak “kaya” gitu ngga bisa beli bendera.
Biarpun bukan pribumi, namun kan juga cari nafkah disini, mana rasa nasionalismenya?
Begitulah kira-kira intinya, tanpa ada maksud mengurangi dan menambah bumbu.
Maaf sebelumnya, saya penduduk Indonesia non-pribumi, juga bukan penduduk CBU (Completely Built Up) seperti KIA Picanto. Saya non-pribumi yang CKD (Completely Knock Down) alias dirakit di Indonesia, namun rasa nasionalisme saya, setidaknya tidak kalah dengan yang pribumi.
Kenapa tanpa berpikir lebih lanjut, ibu tersebut hanya bisa berkeluh kesah demikian? Aduh Ibu, apakah anda berpikir bahwa saya telah memasang bendera jauh-jauh sebelum 17-an?
Tidak semua orang non-pri itu demikian bu. Jangan rasis-lah. Pahami situasi dan kondisinya. Mungkin saja itu rumah tidak ada yang ngurus, karena tidak sedikit penduduk Graha Family adalah orang-orang luar yang datang ke Surabaya hanya 1-2 bulan sekali. Tidak menutup kemungkinan bukan? Ingat, di negara kita mengenal azas praduga tak bersalah, dimana Ibu telah melanggar azas tersebut. Sebelum menuduh lebih lanjut, tanyalah Saptam terdekat, jangan asal tuduh. Inilah sumber kehancuran bangsa Indonesia yang pluralistik.
Marilah, kita tidak asal menuduh etnis, ras, golongan. Nasionalisme harus tetap kita jaga. Bukan berarti kita non-pribumi, maka tidak punya nasionalisme. Bahkan sejak kecil, saya bisa berbahasa Jawa dengan baik, “ngalah-ngalahi” yang pribumi loh bu kadang-kadang.
Marilah, kita jaga sehingga Indonesia bersatu, no SARA. Selamat Hari Merdeka !!! 17 Agustus 2009
NB : Saya bukan penduduk “Graha Family” seperti yang ibu maksud. Saya hanyalah seorang warga Negara Indonesia yang cinta akan negeri dan bangsa ini.
Banyak yang berkata bahwa Valentine Day adalah hari spesial bagi kaum hawa maupun adam. Yah, begitulah lika-liku kehidupan, tanpa adanya event tersebut, yah, terpaksa pula tidak ada yang memberikan perhatian secara lebih.
Meskipun saya seorang yang skeptis, tidak peduli dengan hari Valentine, yang menganggap hari Valentine adalah hari biasa, namun dengan tulus saya mengucapkan Happy Valentine’s Day to everyone.
Semoga bagi anda yang belum mendapatkan jodohnya segera mendapatkan jodohnya. Bagi anda yang menjomblo segera berpasangan, bagi yang berpasangan segera menikah, bagi yang menikah segera punya anak, bagi yang punya anak semoga tetap berbahagia sampai Tuhan menentukan segalanya.
Yang dulunya diucapkan dengan mengirimkan kartu natal dengan berbagai bentuk, warna, dan harga tentunya, sekarang telah tergeser oleh trend bernama SMS ataupun E-Mail dan E-Card.
Sepuluh tahun tidak terasa, kartu natal telah tergeser oleh media elektronik. Bagaimanapun juga, Selamat Natal, semoga berbahagia selalu. Happy Holiday
Telah menikah, dua orang teman saya bernama Niken dan Hendy pada tanggal 10 Desember 2008 di Empire Palace.
Selamat menempuh hidup baru. Semoga sukses selalu, dan juga semoga ingat kepadaku kalau sudah kaya.
|
Friends Adi Hok Hendra Inijie Lita Yanuar Yuan Acel Evelyn Hikarianna Dev'Hopeless |
Anti Virus Norton McAfee Kaspersky |
Blogs FICForLife Lirik Mandarin Galerindo Indosaham Amal Baik Nggapleki Ghost |
Finance Tabel Reksadana Y!Finance |