Saturday, December 19, 2009

Marketing Speedy Oon

Untuk yang kesekian kalinya saya ditelepon oleh mbak yang menawari paket langganan Internet Speedy. Berikut ini kurang lebih rekonstruksi percakapan antara marketing Speedy (MS) dan Saya (S):

MS: Mas mau nawari Spedy.

S: Wah maaf tidak dulu. Speedy masih mahal :(.

MS: Loh Speed udah banyak paket dan murah.

S: Maksud saya yang unlimited beneran, tanpa Quota dan tanpa dilimit speed. Itu masih 800 ribu ya mbak?

MS: Wah buat apa tuh banter-banter gitu.

S: Ya video.

MS: Wah video sekarang semua juga jelek. Mas pakai apa? Smart itu juga jelek kalau buat video (entah dari mana tiba2 menyebut merek lain. Mungkin dari pengalaman dengan pelanggan sebelumnya).

S: Ndak kok mbak. Speedy dan Smart sama-sama bagus. Cuma Speedy kok mahal ya?

MS: Smart gratis modem (tiba2 topik jadi ke Smart)? Speedykan gratis modem.

S: Iya tapi 800 ribu / bulan lawan 140 ribu / bulan, dalam beberapa bulan juga balik modal untuk beli modem.

MS: Emang mas ini mau buka warnet ya? Kok butuh bandwidth besar?

S: Ya sekarang ini mbak semua file di internet udah besar2 [masa gak tahu virusdef MCAFEE SDAT aja sudah 120 MB lebih].

MS: Loh mas jangan salah. Speed Unlimited beneran (yang lain = unlimited bohongan) bukan 800 ribu loh. Cuma 640 ribu.

S: Iya tapi kena ppn 10% juga tidak beda. Jadi 700 ribu. Masih beda jauh dengan 140 ribu.

MS: Iya mas tapi masing-masing produk ada kelebihan dan kekurangannya. Disini kita gratis modem.

S: Nanti aja mbak kalau unlimited beberan sudah murah saya mau. [Namanya unlimited itu ya unlimited atau tanpa batas. Speed sekuatnya hardware modem kita. HSDPA+ ya seharusnya 21 mbps kalau unlimited. Selain speed 21 mbps jangan berani sebut unlimited HSDPA+. It about lie. Di Amerika tak tuntut kamu]

MS: Wah ya sudah deh. Terserah mas aja. Maaf telah menggangu … [basa basi penutup seorang marketing yang telah kalah].

S: [Membalas basa basi itu sambil siap2 menutup telp]

 

Editorial:

Quota Internet 500 MB = Korupsi bagus = berusaha membuat hal yang jelek menjadi bagus.

Unlimited beneran = bukan unlimited bohongan = batas murni pada hardware bukan software.

 

Kenapa sih orang sekarang suka buat istilah sendiri, sehingga kalau bicara butuh dijelaskan lebih lanjut? Contoh ya kata unlimited itu tadi. Masa harus ada kata unlimited beneran, gara2 unlimited wis dikasih kebohongan. Harusnya mereka yang ngalah. Unlimited Quota = Quota tanpa batas, tapi speed dibatasi. Jangan sesuka hati pakai istilah umum terus di marketing jadi bahasa yang berlawanan. Contoh 2. Reuni Gratis! Tis! Tis! Waktu datang disana daftar ulang, dipaksa bayar buku reuni 50 ribu. Definisi gratis = tanpa biaya. Reuni gratis artinya selama event reuni kita tidak perlu keluar biaya. Mau untuk foto2, buku alumni, makan, dll ya gratis. Kalau memang harus bayar ya bilang didepan kalau tidak gratis. Beda dengan sekolah gratis. Semua yang berhubungan dengan sekolah = gratis. Biaya hidup != (tidak sama dengan) sekolah. So Biaya hidup ya bayar. Lah masa buku reuni != reuni?

 

Pembodohan kedua adalah memurahkan sesuatu yang mahal. Analoginya begini. Ini ada camilan murah cuma Rp 1.000. Ternyata apa? Krupuk =)). Ya mahal toh? Secara kuantitas 1000 memang murah, tapi secara kualitas kalau untuk kerupuk ya mahal toh. Ini yang terjadi dengan gencarnya penawaran internet. Murah 5 MB / hari cuma 1.000. Kembali lagi seribu secara kuantitas memang murah, tapi seribu untuk 5 MB? Ya super mahal sekali. Lah wong Flexi dan Axis 1500 / hari unlmited. Kalau speed anggap saja CDMA biasa 17 KB/s berarti sehari dapat 1,4 GB. 5 MB itu cuma 0,0034858387799564 dari 1,4 GB. Bahkan kalaupun mau dibuat persentasi masih 0,35%. Sayangnya AXIS masih belum HSDPA+ dan Flexi masih belum CDMA 2000 1x rev C :(. Semoga minimal orang yang membaca ini mengerti bahwa mereka telah ditipu oleh marketing-marketing bodoh yang mungkin lulus dengan mencontek atau mengerpek itu. 

No comments:

Post a Comment


Powered By Bloomberg