Wednesday, September 2, 2009

Situs Telkomsel Down?

ff

Gambar 1. Situs Telkomsel Down

Saya heran. Operator dengan sangat antusias menspam inbox kita dengan iklan2 yang tidak perlu. Tapi kalau ada perubahan aturan yang perlu kita ketahui malah tidak ada SMS. Dari Kaskus ada “gosip” semua operator sepakat menurutkan quota bandwidth menjadi 0,5 GB (aku berharap salah ketik 1 huruf, yaitu G dengan T).

Tsel yang baru setelah kemarin mendapatkan speed yang parah 25 KB/s diskon 25% dari 32 KB/s akhirnya hari ini tepat pemakaian 2,1 GB saya dan saudara Arief mengalami penurunan menjadi 6 KB/s. Kecuali mereka merubah EULA (baca perjanjian) maka seharusnya setelah pemakaian 3 GB kecepatan akan turun menjadi 8 KB/s (dimana 6 KB/s tepat juga korupsi 25%).

Dimana-mana segala sesuatu itu harus naik. Dulu asal mau jadi wartawan pasti diterima. Waktu jaman perang. Sekarang kalau tidak S1 dan berdedikasi tinggi pasti ditolak. Intinya makin lama makin berkualitas. Tapi tidak dengan Tsel. Tsel makin lama makin parah.

Kalau Tsel makin berkualitas maka yang terjadi:

- Harga internet lebih murah ( 130 ribu turun 100 ribu turun 75 ribu dll).

- Kecepatan naik 64 kbps, 128 kbps, 256 kbps, dsb.

Update terbaru. Ternyata 0,5 GB bukan isapan jempol! Lihat di Telkomsel Cool Offering.

Speedy juga makin mengerikan. Mahal dan lambat. Mana 10 mpbs untuk semua orang?

Semua hal yang berbau teknologi itu tambah lama tambah baik. Contoh dengan uang 2 juta waktu krismon tahun 1999, anda mendapatkan prosesor Pentium III 450 Mhz. Tahun 2001, 2 juta bisa dapet prosesor Pentium IV 1,7 GB. Tahun 2009 2 juta bisa dapet prosesor Core 2 Duo E8400.

Hal ini juga sama dengan internet. Tidak percaya? Lihat tabel ISP diluar negeri. Dari 1998 a lausy 64 kbps, 2009 wis wireless 1 gbps di Korea / Jepang. Itu kemajuan.

Saya paling tidak suka kata2 bertemplate:

- <hal-hal bagus> itu cuma karena di luar negeri. Contoh: Internet cepat murah cuma buat luar negeri.

ditambah dengan jurus pelengkap + pamungkas

- <hal-hal jelek> itu di Indonesia wajar. Contoh: Internet mahal dan lambat di Indonesia adalah wajar.

Korupsi sangat terkena dua hal diatas. Akibatnya kita tidak sembuh2. Sebaliknya pelajar kecil kita yang ikut Olimpiade Internasional telah mengalahkan hal2 diatas. Akibatnya mereka bisa memperoleh mendali emas untuk tim Indonesia.

Bayangkan kalau pikiran mereka seperti ini:

- Indonesia sih orangnya bodoh-bodoh tidak mungkin dapat medali.

- Dapat medali itu hanya untuk orang pinter di luar negeri.

Dengan dua pikiran itu pasti mereka benar-benar tidak mendapatkan medali. Karena mereka bisa mengalahkan dua pikiran kunci kuterpurukan bangsa ini maka mereka bisa mengharumkan Bangsa Indonesia ini.

Akhir kata selamat merenungkan kata-kata diatas. Semoga ISP di Indonesia ini dapat menghancurkan dua pikiran jelek diatas dan Indonesia dapat memiliki internet yang cepat dan murah seperti Jepang! Merdeka!!!

No comments:

Post a Comment


Powered By Bloomberg