Monday, December 8, 2008

“Lezatnya” Dome Cafe Tunjungan Plaza

Dome Cafe Itulah pertama kali kata yang saya dengar mengenai “DOME CAFE” yang ada di Tunjungan Plaza, Surabaya. Dengar dari siapakah gerangan? Tentunya orang-orang yang menurut saya branded merk dan suasana restoran. 3_thumb

Hari ini, ketika saya mencobanya, dengan iseng saya melihat dari jauh, hmm, tempatnya memang OK, benar-benar terbuka. 5_thumb

Saya pun melihat dan selalu menganggap, bahwa hanya orang-orang berada secara finansial yang dapat menikmati Dome Cafe. Meskipun bukan berarti karena saya makan di Dome Cafe, berarti saya termasuk berada secara finansial, sekali tidak.4_thumb

Hero Supermarket

OK, telah saya lampirkan bahwa saya pun makan secukupnya, alias dicukup-cukupkan dengan voucher discount, bahkan minum juga berasal dari Hero Supermarket. Tidak percaya? Ini buktinya. 4_thumb1

Maklum, sudah saya jelaskan sebelumnya, saya cuma ingin iseng-iseng mencoba makan di Dome Cafe, bukan minum di Dome Cafe.

Meskipun demikian, saya tetap patuhi kode etik untuk tidak membawa something edible dari luar cafe, sehingga, saya tidak melanggar kode etik seorang pelanggan restoran ataupun cafe, dalam hal ini. 9_thumb

OK, singkat kata, itulah yang saya lalui. Mungkin anda mau tahu makanan di Dome Cafe? Inilah screen shotnya.

Photo-0039 Photo-0041 Photo-0038

Secara umum, tidak ada masalah dari cafe ini. Makanannya OK 38_thumb , dan termasuk agak “wajar” melihat tempatnya di tengah-tengah Tunjungan Plaza 4 dan merupakan salah satu tempat bergengsi.

Hanya ada satu masalah yang patut dan sangat patut digarisbawahi. Siapa? Apa? Mengapa? Mouth said a word, Pictures said thousands of words.

Photo-0042

Beginilah kira-kira situasi di Dome Cafe, mungkin kamera saya yang buruk, namun, hidung saya tidak buruk, dan sampai sekarang masih kumat migrain saya gara-gara asap rokok berlebihan di Dome Cafe ini.

Ceritanya begini, di tengah-tengah makan Pizzanya, saya melihat seorang waitress membawa asbak, saya kira untuk “tulang” steak atau untuk apa 7_thumb , karena ini merupakan daerah terbuka TP, dan di TP selalu ada larangan merokok. Saya TIDAK PERNAH BERPIKIR BAHWA, PARA PENGUNJUNG YANG SEDANG BERADA DOME CAFE MENGEPULKAN ASAP TEBAL PADA WAKTU ITU. SALAH SATU TERPARAHNYA ADALAH TEPAT DI BELAKANG SAYA, TIBA-TIBA ADA ASAP TIDAK JELAS MELEWATI MEJA SAYA. 14_thumb

Photo-0047Kontan saja saya merasa terganggu sekali. 5 detik kemudian saya meninggalkan meja dan mencari meja baru. Peduli amat dengan perokok yang tersinggung atau tidak, mending mati saja sekalian, sudah jelas di TP ada larangan dilarang merokok. OK lah, ngomong tanpa bukti memang percuma, tapi coba lihat gambar ini.

Sudah sangat jelas DILARANG MEROKOK 102_thumb . Dan memang, entah kenapa para perokok masih tidak tahu diri merokok di mall 40_thumb . Hmm, sangat mengganggu acara makan iseng saya di Dome Cafe. Makanan yang semula masih terasa nikmat di lidah, hilang gara-gara perokok berat yang ada di sekitar saya. Berapa sih perokoknya? 30% meja yang ada di Dome Cafe, ada minimal 1 orang perokok. Masalah? Sangat !!!!! 22_thumb

Yah, bagian akhir artikel ini merupakan keluh kesah saya terhadap kebodohan management TP ataupun Dome Cafe, yang membiarkan Cafenya dicemari oleh para perokok, yang sekaligus juga membuat SELURUH PENGUNJUNG TP MENJADI PEROKOK PASIF.

Siapa yang ujung-ujungnya merasa disentil? Tentu saja Pakuwon sendiri, karena jajarannya tidak dapat mengamankan mallnya dari perokok bodoh yang merokok di dalam tempat umum ber-AC.

No offense bagi para perokok yang sudah tahu etika 26_thumb , tentu saja saya akan sangat 77_thumb salut kepada anda, karena sudah tidak membuat saya menjadi perokok pasif yang konon dapat menyebabkan dampak yang lebih buruk daripada perokok aktifnya.

Buntut dari buntut, para pengunjung TP, lama-lama tidak akan mengajak anaknya. Kenapa harus mengajak anaknya ke tempat rokok ber-AC? Seperti meracuni anak-anaknya bukan? Padahal di TP, mayoritas pengunjung adalah keluarga dan anak muda, bukan para perokok berat yang tidak tahu etika tersebut. Wew 18_thumbkasih komentar dah, dan selalu saja ada maaf dan kerendahan hati apabila ada kata-kata yang salah. 25_thumb

No comments:

Post a Comment


Powered By Bloomberg