Sunday, July 20, 2008

Bodohnya Operator Telekomunikasi Di Indonesia

Perlukah perang tarif itu ada? Perlu.

Perlukah perang harga itu ada? Perlu.

Perlukah telepon sesama itu ada? Perlu.

Terus, kenapa bodoh?

Operator telekomunikasi yang sampai saat ini ada di Indonesia melakukan beberapa kebodohan:

  1. Terlalu memurahkan tarif antar sesama. Murah sih OK, terlalu murah? Rp. 1/nelpon? Gratis di atas jam 12 malam? Menurut beberapa survey, tidak sedikit orang yang menghujat bahwa sambungan telepon sangat susah dilakukan di jam-jam “perang” tersebut. Mereka yang membutuhkan layanan optimal, mendapatkan call drop, tidak bisa nyambung, bahkan blank spot
  2. Layanan data jadi terganggu. Mengapa? Karena kanal suara lebih didahulukan daripada kanal data. Akibatnya? Datanya mampus… Mau transfer lewat klikBCA jadi terlambat, eh, denda deh. Sial kan?
  3. Seperti yang dialami “Telkom Flexi, bukan telepon biasa”, ya jelas, itu telepon tidak "biasa”. Susahnya amit-amit kalau dihubungi dari operator lain pada jam-jam tertentu. Pada tahun 2007, pernah dilaporkan setiap jam 19:00 adalah jam hibernasi bagi telkom flexi.
  4. Terlalu murahnya layanan data (Telkomsel Flash) tanpa pertimbangan jumlah peminat, akibatnya, pelanggan yang sudah inves modem, atau bahkan kena kontrak modem telkomsel flash, ngaplo sekaligus terpsona dengan mbak-mbak yang selalu dengan lembutnya melayani pelanggan yang marah-marah.

Efek pada emiten atau perusahaannya sendiri? Lihat grafik di bawah ini, yang diambil dari Yahoo Finance. Dari kiri ke kanan, atas ke bawah, TELKOM (TLKM.JK), BAKRIE TELECOM (BTEL.JK), MOBILE8 (FREN.JK), EXELCOMINDO (EXCL.JK).

image image

image image

Akibatnya? Pebisnis-pebisnis, dalam keadaan tertentu bisa merasa dirugikan. Bayangkan, mau jual saham, terlambat 1 menit, posisi langsung geser. Forex trader? Candlestick sudah berubah. Yang mau melunasi cicilan rumah? Terlambat dan kena denda gara-gara internet ngadat. Siapa yang salah? Yah... sebenarnya, bagaikan maka buah simalakama. Mahal protes, murah protes...

Mungkin bagi operator baru seperti hepi, smart, 3, dan sejenisnya tidaklah terlalu ngefek melakukan perang tarif. Bagaimana dengan pemain tua seperti Telkomsel, Indosat, dan XL? Pro dan kontra selalu berdatangan. Dimanakah posisi anda?

Yang pasti, dengan adanya persaingan ini, tidak selalu pelanggan diuntungkan.

Sudahlah, damai saja.... Ngga jadi bodohin Operator telekomunikasi.... Intropeksi diri saja...

No comments:

Post a Comment


Powered By Bloomberg