Tuesday, April 1, 2008

Tips Untuk Mengetes Kekuatan Jaringan Operator Anda

Ternyata orang Indonesia (tidak semua tapi kebanyakan) dari dulu sejak saya lahir, sukanya pada hal-hal yang terakhir! Kalau membayar tagihan, pasti dilihat terkahir hari apa, kemudian semua berbondong mengantri pada hari itu. Kalau mau ke bank setor rekening, dilihat banknya tutup jam berapa, kemudian pada mendekati jam tersebut semua pada mengantri setor. Demikian juga waktu belajar. Kalau sudah dekat ujian, semua pada "mengantri" belajar!

Ternyata hal ini pun sama untuk pemakaian Internet. Pengalaman penulis menggunakan (dulu disebut Lippo atau NTS) Axis membuktikan hal itu. Axis seperti beberapa kali diberitakan memiliki promo 100 MB / bulan (kuotanya). Kebanyakan orang Indonesia pada awal bukan akan sangat berhemat sekali, tetapi pada saat hampir berganti bulan, semua merasa eman kalau jatah Internet Axis tidak dihabiskan.

Sayangnya untuk kategori ini, AXIS termasuk sangat tidak siap sekali! Waktu penulis telepon ke customer service seperti yang disarankan oleh saudara Sugik, CS Axis dengan PD (percaya diri) dan bangga mengatakan memang trafik mereka sedang naik, kita diminta bersabar. FAKTA BAHWA AXIS DI SURABAYA CEPAT ADALAH BOHONG! SETIDAKNYA PENULIS MENCOBA DI SIDOYOSO PADA AKHIR BULAN MARET MALAH MEMBUKTIKAN INTERNET AXIS DI SURABAYA JAUHHHHHHHHHHHHHHH LEBIH BURUK DARIPADA INTERNET AXIS DI MOJOKERTO!

Untuk login YM tidak bisa. Ping tidak jalan. Browsing tidak bisa. Ping pun kalau bisa satuannya DETIK! Ping yang baik adalah < 50ms. 1 Detik 1000 ms. Malah Axis banyak yang 2000 / 3000 ms an. Lucunya adalah bagi pengguna Axis yang sudah dewasa silahkan membuka www.playboy.com dan anda akan disambut situs yang gimana gitu loh. Sedangkan situs yang aman semacam www.fixdown.net malah tidak bisa!

Kembali ke topik. Untuk mengetes kekuatan jaringan internet operator anda, ada dua cara:

1. Cara Starone. Cara ini adalah menggunakan promo internet gratis sampai jangka waktu tertentu. Dijamin setelah promo ini diiklankan, semua pasti akan rame-rame memakai jaringan anda. Darisitu anda dapat mengukur apakah jaringan anda kuat. Jika promo anda sudah tersebar, dan tidak ada pelanggan komplain, maka jaringan anda dapat dinyatakan kuat. Pada saat itu (tahun 2003 - 2004) Starone lulus dengan nilai baik.

2. Cara Axis. Cara ini adalah promo bebera ratus megabyte selama satu bulan. Konsepnya sama dengan cara diatas. Tolak ukurnya adalah banyaknya pelanggan komplain, terutama pada akhir bulan. Sayangnya Axis dengan tenangnya mengatakan "Saya Gagal!". Fakta membuktikan Axis tidak lulus atau bahasa Indonesianya adalah Jaringan Internet Axis Sangat Jelek.

3. Cara XL. Cara ini adalah menggunakan tarif khusus pada internet biasa tapi unlimited / flatrate. Tolak ukurnya juga sama dengan kedua sebelumnya. Cara ini hampir mirip dengan nomor 1 tetapi cara nomor 3 membayar. Fakta terakhir 2 bulan lalu, XL dengan sangat baik memenuhi hal ini. Terutama dengan signal 3G di Surabaya yang bisa mendapatkan 700 MB sehari (2100 MB sebulan)!

Penulis juga ingin menunjukkan kehebatan CS nya AXIS. Diantara semua CS kartu telepon, hanya AXIS yang tidak pernah menanyakan anda berada di daerah mana. Semoga saja dari nomor teleponnya bisa dilacak. Selain itu hanya AXIS yang dengan PD nya menyatakan "Saya JELEK". Yang paling parah, di daerah Sidoyoso Surabaya, Axis suaranya putus-putus. Kalau suara saja tidak mampu, jangan harap internet cepat!

Tadi pagi (1/4) penulis mencoba internet Axis lagi. Hasilnya tetap seperti kemarin malam (31/3) >:P. Penulis mencoba menelpon lagi CS Axis. Yang lucu lagi, katanya hari ini jaringannya agak sibuk karena sedang mereset quota 100 MB. Sejak kapan ada rumus mereset quota = menyibukkan jaringan? Operator lain tidak ada yang mengeluh tentang hal itu! Semua itu hanyalah alasan yang dibuat-buat oleh AXIS. Jadi kalau anda belum siap untuk internetan dengan judul "Internet Explorer cannot display the webpages" jangan pakai AXIS. Terlepas dari pengalaman teman-teman yang OK, saya beserta CS nya telah sepakat bahwa internet Axis memang tidak beres.

No comments:

Post a Comment


Powered By Bloomberg