Sunday, January 13, 2008

Sedikit Hal Tentang VGA Notebook

Tahukan Anda bahwa bottleneck no. 1 bukan di Harddisk melainkan di VGA? VGA dikatakan bottleneck no. 1, karena mengganti VGA adalah hal yang sulit / dapat dibilang mustahil. Lain halnya dengan harddisk, Anda dapat dengan mudah mengganti harddisk notebook 5400 rpm Anda dengan harddisk notebook 7200 rpm dan lenyap sudah bottleneck harddisk. Kalau VGA? Laptop Anda diberi VGA murahan yang cuma dapet score 3DMark 2006 < 3000, seperti vga laptop penulis, lalu bagaimana Anda bisa menggantinya?

Secara teori vga notebook itu menggunakan pci express yang versi mobile. Nvidia memiliki "pembungkusnya" namanya MXM. Semua VGA yang berbentuk MXM dapat ditukar satu sama lainnya. ATI juga punya "pembungkusnya" sendiri, tetapi kurang populer dibanding NVIDIA. Anggaplah VGA laptop Anda berbentuk MXM, terus di mana Anda mau membeli VGA baru yang lebih kuat untuk mengganti VGA lama Anda? Hal ini ribuan kali lebih sulit dibanding mencari harddisk notebook 7200 rpm.

Penulis mengatakan semua ini berdasarkan WEI (Windows Experience Index). Pada laptop DELL Latitude D630 milik penulis, WEI nilainya 3,2 yang diambil dari nilai terendah. Nilai itu merupakan nilai VGA penulis yang notabene adalah VGA mahal, baru, dan keren, yaitu Nvidia Quadro NVS 135M. VGA ini merupakan versi Quadro dari Geforce 8400 GS. Nvidia Quadro NVS 135M ini memiliki fisik memori 128M dan hypermemory sampai dengan 880 MB di Vista.

Dalam dunia notebook, VGA Geforce tidak dapat menggunakan dua monitor secara independen. Bisanya hanya clone atau kedua monitor tersebuat menampilkan hal yang sama. Clone sangat berguna untuk presentasi. Sedangkan Quadro mampu mendukung Dual Independent Display, artinya kita memiliki dua monitor yang dapat kita gunakan semaksimal mungkin. Selain itu dengan bantuan program MAXtreme vga Quadro dapat lebih cepat digunakan dalam 3D Studio Max. Dalam perkembangan terbaru, NVidia juga membuat dua aplikasi akselerasi baru. Kedua aplikasi itu diperuntukkan bagi aplikasi AutoCAD dan MAYA.

Fakta tentang VGA notebook yang lain adalah VGA notebook ini jauh lebih lambat dibandingkan VGA desktop yang sejenis. Contoh Geforce 8800 GTX jauh lebih cepat dibandingkan Geforce Go 8800 GTX. Hal ini dikarenakan VGA notebook berusaha membatasi konsumsi listrik dan panas. Pembatasan itu diperlukan karena casing notebook tidak sebesar PC jadi panas yang dihasilkan VGA tidak dapat dikeluarkan dengan sebaik PC. Selain itu notebook menggunakan baterai. Hal ini sangat membatasi daya yang bisa digunakan oleh VGA. Dan yang paling penting adalah panas dan daya adalah linier. Daya tinggi otomatis panas juga tinggi.

Untuk meminimalisasi perbedaan kecepatan itu, biasanya VGA notebook menggunakan beberapa cara. Pertama, versi notebook selalu menggunakan teknologi pemrosesan yang lebih canggih sehingga bisa lebih hemat energi dan tidak panas. Untuk mencapai hal ini biasanya VGA notebook dirilis beberapa bulan tertinggal dibandingkan dengan versi desktop-nya. Yang kedua adalah Core dan Memori Clock-nya dikurangi. Hal ini membantu mengurangi daya dan suhu.

Selain itu VGA notebook sangat susah untuk diketahui performanya. Misalkan Anda melihat di toko ada VGA XXX Geforce 8800 Ultra. Kemudian Anda pulang ke rumah. Anda nyalakan internet, cari review. Maka Anda dapat dengan cepat mengetahui seberapa hebat VGA XXX Geforce 8800 Ultra. Lain halnya dengan VGA notebook. Anda melihat di toko, misalkan ada notebook dengan VGA Quadro NVS 140M. Maka Anda akan dengan sulitnya mencari performa notebook itu. Mungkin review mengenai notebook tersebut banyak, tapi pada umumnya review mengenai notebook kurang mengekspos sisi VGA-nya.

Yang lebih parah lagi adalah sebuah notebook datang dengan banyak konfigurasi. Misal Anda melihat notebook XXX dengan VGA Quadro FX Go 360M. Anda dapat dengan mudah mencari review notebook XXX, tapi yang direview adalah konfigurasi yang menggunakan VGA Intel GMA. Maka Anda akan makin sulit mengetahui seberapa hebat VGA Quadro FX Go 360M ini. Tapi untunglah penulis menemukan sebuah site yang khusus untuk ini. Namanya adalah NotebookCheck. Pada site ini diceritakan dengan lengkap performa VGA dalam beberapa versi 3DMark. Mulai dari VGA jaman kuno seperti Radeon 200M (atau yang lebih kuno lagi) sampai VGA yang akan keluar seperti Geforce 8800 GTX SLI.

Namun, masalah baru mulai timbul. Setelah membuka site NotebookCheck dan menggabungkan pengetahuan dengan VGA Desktop, kita bingung mencari notebook yang tepat. Misalkan pada site itu kita ingin VGA notebook kita nilainya 5000-an pada 3DMark 2006. Terus dari VGA yang 5000-an tersebut, diketahui bahwa Geforce Go 8700 GT adalah VGA murah yang cocok. Anda akan tetap kesulitan setengah mati mencari notebook bagus dengan VGA ini. Satu-satunya notebook di Indonesia menurut versi sebuah online shop di Indonesia yang memiliki VGA 8700 GT hanyalah merek BenQ.

WALAUPUN ANDA MEMESAN DARI SITE ONLINE (misal sitenya DELL) ANDA BELUM TENTU BISA MANDAPATKAN VGA INI. Dalam kasus DELL, Latitude D630 hanya diberi dua pilihan, Intel GMA X3100 atau Quadro NVS 135M. Pada Latitude D830 pilihannya sedikit lebih baik Quadro NVS 140M. Kedua Quadro tersebut scorenya secara berurutan hanya 1000-an dan 1700-an. Sangat jauh dari score 5000-an. Hanya Dell Precision yang dapat memilih Quadro FX Go 360M, itu pun dengan harga yang mahal.

Masalah terakhir adalah masalah driver. Produsen notebook cukup malas untuk mengupdate driver notebook. Padahal dengan update driver bisa meningkatkan performa VGA. Hal ini penulis buktikan sendiri. Dari WEI yang 3.2 gara-gara VGA menjadi 4. Walau 4 itu tetap gara-gara VGA tapi score ini sudah 25% naik. Tidak cuma ini, score aplikasi lain yang berhubungan dengan grafik juga naik, walau tidak sebanyak itu. Jika anda ingin mengupdate driver VGA, anda dapat menuju ke situs LaptopVideo2Go.

Melalui tulisan ini penulis menghimbau kepada seluruh dunia agar memasang VGA yang cukup pada laptop terkenal mereka. Semua ini cakupan penulis adalah laptop yang normal, bukan tipe dekstop replacement atau workstation. Penulis tidak butuh score tertinggi, tapi cuma 50% dari score tertinggi. Tentu saja score tertinggi didapat dari laptop tipe dekstop replament yang tanpa SLI (score yang SLI tidak dihitung karena VGAnya ada dua biji). Pada site notebookcheck VGA single tertinggi adalah Geforce Go 8800 GTX yang hampir 10 ribu. Berarti logis saja kalau kita menginginkan score hampir 5000-an.

No comments:

Post a Comment


Powered By Bloomberg