Wednesday, November 19, 2008

Hati-Hati Tipuan ESIA 031 JATIM

Penulis beberapa waktu lalu melihat iklan ESIA yang besarnya 1 lembar koran JAWA POS. Inti iklan itu mengatakan bahwa jika anda pengguna ESIA maka anda dapat menelpon telepon dengan awalan 031 dengan tarif Rp 50/30 detik. Waktu itu penulis sempat tertarik tapi masih belum sempat mencoba.

Tadi penulis sedang jalan-jalan, tiba-tiba penulis melihat ada SPG jualan kartu ESIA. Karena hanya Rp 5000 penulis ingin mencoba promo tersebut. Sebelum membeli penulis sudah dobel cek dengan menanyakan CS nya apakah kartu EASIA yang saya beli ini bisa digunakan telp 031 dengan tarif 50/30 sesuai iklanya. CS nya mengatakan IYA. Bahkan ada yang dengan PDnya menggatakan gunakan 01010 (VOIP nya ESIA). 

Selesai membeli penulis langsung mencoba telp ke telp rumah teman penulis 0315315xxx. Dengan telp selama 2:34 maka worst case penulis kena 6 satuan. Karena tiap satuan 50 rupiah, maka pulsa penulis SEHARUSNYA dipotong 300 rupiah. Waktu baru beli pulsa Rp 5000. Kalau dipotong 300 artinya sisa Rp 4.700,-. FAKTANYA PULSA PENULIS SISA RP1.700,- 

Penulis pada awalnya mencoba menggunakan VOIP tapi seperti dugaan penulis bahwa CSnya bodoh itu benar! Sampai sekarang tidak ada VOIP yang dapat digunakan selain dengan nomor sesama. Misalkan Flexy ke Flexy atau Esia ke Esia. Bukan Easia ke telp rumah. Penulis sempat coba siapa tahu bisa. Tapi tidak bisa. Karena itu penulis langgung tekan 0315315xxx. Memang menggunakan telp secara langsung itu nyambung, tapi pulsanya bohong. 

Karena itu bagi anda yang berada di Jawa Timur dan tergiur oleh promo Easia bahwa telp dengan awalan 031 bertarif 50/30, maka lupakan saja. PROMO BOHONGAN!!!

Jadi ingat guyoan jaman dulu. Tur ke Bali hanya Rp100.000,-. Syaratnya semua yang mau ikut harus kumpul di Denpasar. Sekali lagi defisini promo adalah sesuatu yang seharusnya tidak murah menjadi murah. Itu promo. Kalau misal e harus kode area sama-sama 031 baru murah, itu sih bukan promo. Telepon rumah aja sudah murah. Dan kalau kode areanya sama itu sih mirip guyonan tadi.

No comments:

Post a Comment


Powered By Bloomberg