Monday, March 24, 2008

Kecepatan Internet EDGE AXIS

Anda pasti telah tahu promo salah satu operator telekomunikasi di Indonesia yang bernama Axis. Mereka promo bahwa kartu mereka gratis akses data sebesar 100 MB / bulan. Penulis mencoba Axis di Mojokerto. Ternyata Axis adalah jaringan tercepat no 2 setelah Telkom. Di Mojokerto hanya Telkom yang mendukung 3G, sedangkan yang lain masih 2G. Perkecualian adalah AXIS yang sudah 2,75 G, yaitu EDGE. EGDE itu sebenarnya adalah kumpulan beberapa saluran GPRS. Dengan kecepatan teori sampai dengan 153 kbps.

Penulis di Mojokerto hanya pernah mencoba XL. Kecepatan maksimal XL pada GRPS SANGAT BAGUS!!!!. Maksudnya adalah kecepatan XL SANGAT MENDEKATI TEORINYA. Dengan teori GRPS 48000 kbps dan kecepatan sebenarnya 5,9 KBps maka dapat dikatakan itu hampir penuh. Secara teori kecepatan XL itu ini tidak ada apa-apanya dengan AXIS. Dengan efisiensi yang sama, seharusnya AXIS dapat mencapai mendekati 20 KB/s. Tapi penulis sudah mencoba selama beberapa hari dan hasilnya adalah:

Gambar 1. Hasil Download dengan Axis.

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa kecepatan download Axis sangat "mengerikan". Effisiensinya serendah (0,7 KB/s dibagi 20 KB/s) * 100% = 70 / 20 = sekitar 3,5%. Mau jadi Indonesia ini kalau ada Internet yang efisiensinya bukan puluhan tapi cuma 3,5% dari teori? Selain itu Axis juga sempat membuang banyak waktu penulis gara-gara tidak memberitahu perubahan setting internet. Penulis dua hari berusaha online dan tidak bisa. Penulis sudah memeriksa berulang-ulang salah satu petunjuk koneksi internet NTS. Ternyata tiga parameter penting telah diganti. Parameter tersebut adalah:

  • Accesspoint: AXIS (balok besar semua)
  • User Name: axis (kecil semua)
  • Password: 123456

Begitu penulis mengganti ke settingan ini, maka seketika itu penulis langsung terhubung ke jaringan AXIS. Tapi penulis mohon jika ada petinggi AXIS yang membaca blog ini agar effisiensi koneksi internet dinaikkan dari 3,5% menjadi > 90%. Atau naik ke 90% * 20 KB/s = 18 KB/s.

No comments:

Post a Comment


Powered By Bloomberg